Created by: Ier Ruswelie
Kepemilikan sahan yang didominasi oleh pemodal nasional, rupanya tidak membuat Bakrie Telecom Tbk kebal terhadap terjangan Krisis Global. Hal ini dapat dilihat dari curamnya kejatuhan kurva pergerakan trading salah satu saham nasional ini di sepanjang November 2008 yang kemudian hampir tak mengalami perkembangan dengan posisi sideway sampai di sekitar April 2009.
Mei 2009 rupanya menjadi origin untuk kembali menanjak, terbukti dengan perlahan namun pasti, pergerakannya terus naik dengan tanpa dapat mengelak dari fluktuasi yang semakin tak menentu. Sebenarnya, jika kita menyimak dengan benar komposisi orang-orang yang memegang saham Bakrie Telecom Tbk, maka kita akan menemukan fakta bahwa paling besar kepemilikan saham dipegang oleh PT Bakrie & Brothers Tbk dengan angka 20-an persen.
Bukan merupakan angka yang cukup besar jika kita bandingkan dengan angka 50% sebagaimana wajarnya teori kepemilikan bagi perusahaan yang seharusnya memiliki controlling di anak perusahaannya. Namun, berbeda kasusnya jika angka tersebut dibandingkan dengan angka yang hanya berkisar antara 5-8%.
Berdasarkan data yang saya peroleh dari www.idx.co.id, dilaporkan para pemilik saham BTEL adalah:
1) 1st Financial Company Limited pada tanggal 27 February 2009 kepemilikannya 6,64 %
2) PT Bakrie & Brothers pada tanggal 30 April 2009 kepemilikannya 22,54%
3) PT Danatama Makmur pada tanggal 29 Oktober 2008 kepemilikannya 6%
4) Credit Suisse Singapore Branch S/A Long Haul Holdings LTD-BT pada tanggal 30 DEsember 2008 kepemilikannya 8,08%
5) Long Haul Holdings LTD pada tanggal 30 November 2007 kepemilikannya 5,25%
6) RBOC (ASIA) LTD pada tanggal 28 Desember 2007 kepemilikannya 5,07%
7) Unidex Pasific Limited pada tanggal 30 April 2009 kepemilikannya 5,02%
Dari data-data tersebut, tentu kita dapat menyimpulkan bahwa selebihnya dari saham-saham yang beredar adalah berada di tangan para pemegang saham minoritas yang angkanya kurang dari 5%. Hal tersebut rupanya menjadi salah satu factor penyebab fluktuatifnya pergerakan saham BTEL dengan angka perubahan yang tidak begitu signifikan.
Seperti yang terjadi sebulan terakhir ini, naik turun terus berlanjut berkisar antara angka 100-an sampai 160-an yang kemudian ditutup kemarin, 04 June 2009 sebesar 140 point. Namun demikian, untuk bisnis yang berpotensi untuk terus menanjak di tahun-tahun yang akan datang, tak heran jika BTEL dapat dengan relative cepat memulihkan diri.
Terlihat dari data yang saya peroleh di http://finance.yahoo.com/q/hp?s=BTEL.JK, perkembangan point dari bulan Februari terus menanjak walaupun dengan beberapa senggolan yang tidak begitu berarti. Walaupun kini angkanya sedang menurun (pada detik ini) setelah sesi pertama trading, menorehkan angka di 139 point, saya memprediksikan angka untuk penutupan saham BTEL di sesi penutupan 08 June 2009 adalah berkisar di point 140—tidak kurang tapi mungkin lebih. Angin segar di hari Senin dengan sejarah kenaikan dan penurunan saham BTEL membuat saya optimis bahwa di hari Senin tersebut, angka pergerakan sahamnya akan naik.
Demikian analisis saya sebagai amatiran sejati. Terima kasih ^o^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar